"Menanti di sisiran Senja"
Di ujung senja yang memilukan,
aku merindu dalam keremangan,
kala senja akan berpulang,
aku diam dalam kehampaan,
membisu dalam kegundahan
sementara resah mendekap jiwa
memberontak sukma mengundang rindu
saat ku cari bayangmu disisiran senja
menanti hadirmu sapakan rindu
dibalutan merah jingga.
"Pelangi bersama Senja"
Goresan pelangi di bawah langit senja
membawa imaji terbang menemui asa
pelangi! tidakkah kau tau? ronamu bersama senja
membiarkan mimpi merasuk hingga kerongga jantung,
membiarkan keluh pupus bersama hampa,
kumencari maknamu sampai aku merangkak bersama waktu,
ingin kurajut puisi malamku nanti tentangmu,
mungkin kau adalah pelangi terindah yang membawa buaian mimpi semakin menjauh
jika kau adalah sang pelangi terindah
pasti akan hadir untuk menghiasi senja itu kembali.
Sabtu, 14 September 2019
"Mahasiswa"
Mahasiswa adalah orang
yang sedang menjalani pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Mahasiswa memiliki
ciri khas tersendiri, berpikir kritis, cenderung merespon cepat segala isu yang
berkembang di tengah-tengah masyarakat, memiliki kreativitas dan berpikir jauh
ke depan. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan realita sosial
yang berkembang di masyarakat. Sikap idealisme menjadi pendorong mahasiswa
untuk memperjuangkan aspirasi kepada penguasa dengan cara mereka sendiri.
Bukti empirik yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa
mahasiswa saat ini cenderung bersikap apatis, hedonis dan selalu mengikuti
perkembangan zaman dengan segenap perubahan global, lebih banyak daripada
mahasiswa yang mau senantiasa berdiskusi dan menyuarakan hak. Dilematika gerak
dan langkah mahasiswa memang sepenuhnya bukan kesalahan mahasiswa tetapi banyak
elemen pentintg yang terkait. Perkembangan zaman dengan segenap modernitasnya
menjadi penyebab mahasiswa dan kaum terpelajar lainnya bertindak seperti orang
yang berglamor ria, apatis dan bersikap
hedon.
Mahasiswa
adalah pondasi utama bangsa ini, untuk itu perlu berusaha merubah pola pikir
dan tingkah laku mereka. Mahasiswa seharusnya mencoba melihat realitas bangsa yang terus mengalami
degradasi nilai di segala bidang. Kita terlalu larut dengan kehidupan
globalisasi yang membuang-buang waktu dan tak ada hentinya. Sehingga kita mulai
melupakan peran awal kaum terpelajar dalam dinamika kehidupan bangsa maupun
dunia kampus.
Kehidupan sebuah
kampus cenderung otoriter dan tidak mampu mengembangkan kreativitas yang
dimiliki mahasiswa. Kehidupan kampus hanya sekedar mensyaratkan mahasiswa
mengikuti aturan instusi seperti mengikuti perkuliahan dan memiliki nilai IPK
di atas rata-rata. Seharusnya perkuliahan bukan soal masuk dan duduk
mendengarkan dosen di kelas. Bukan pula soal nilai IPK di atas rata-rata.
Tetapi soal pembentukan pola pikir kaum muda terpelajar. Kenapa demikian?
Karena tidak semua yang kita peroleh dari perkuliahan terpakai di dunia kerja,
bahkan sebagain besar lulusan perguruan tinggi tidak memakai pengetahuan yang
diperoleh dari bangku perkuliahan. Lalu apa manfaatnya mengikuti pendidikan di
perguruan tinggi? tentunya untuk merubah pola pikir. Sehingga bisa kita katakan
perkuliahan adalah proses pembentukan output masa depan bangsa. Masa depan
bangsa tentunya ada di tangan kaum muda yang pastinya terpelajar dan memiliki
pola pikir yang baik.
MALAM
Malam, buaianmu menghanyutkan tempat dimana rindu bisa dititipkan,
Malam, gelapmu hitam pekat tempat dimana do'a bisa digantungkan
Malam, anggunmu membuat bintang-bintang mekar di taman langit
Malam, kali ini aku masih saja rindu pada nama yang masih sama
hay kamu yang disana, namamu kusebut dalam doa-doa pada setiap malam yang telah berlalu. lihatlah, telah digantungkannya di langit harapan. Berharap kelak namaku bersanding dengannya. jika memang namaku dan namamu tidak mampu bersanding, saya berharap kamu segera berlalu bersama malam. Agar disaat aku membuka mata, namamu tak lagi ada dilengkung mentari.
hay kamu yang disana, adakah salam sapamu yang ingin kau titipkan pada malam? Di sini di hitam pekatanya malam, kunanti salam sapa itu sambil kuukir namamu, kupahat dengan indah dengan tajamnya belatih rindu.
Kamis, 12 Oktober 2017
Potongan cerita "Senyum dan Air mata cinta"
Akhir Persahabatan
Nindi terlihat
sangat bahagia setelah melihat kedua orang tuanya menyukai Iqra. Ia berjalan
mengantar Iqra diiringi senyum dibibirnya, terlihat seakan kebahagiaan menyelimuti
hatinya. Malam itu merupakan malam paling bahagia yang dirasakan oleh Nindi. Iqra
yang berjalan di sampingnya seketeika menatap ke arahnya yang sedari tadi
tersenyum sendiri.
“Kenapa kamu
senyum-senyum sendiri?” Tanya Iqra sambil menatap ke arah Nindi. “Seperti orang
kesurupan saja.”
“hahaha!!!
Sumpah aku senang bangat!” jawab Nindi. “Nggak nyangka orang tuaku sampai
sebegitu akrabnya sama kamu, kok bisa ya!! orang tuaku menyukaimu padahal
papaku galak bangat lho.”
“Maklumlah!!
Mana ada orang tua yang tidak mengizinkan anakanya, jalan sama orang ganteng
ditambah cerdas sepertiku” jawab Iqra dengan santai. Kamu harus bersyukur,
artinya orang tuamu masih waras.
Iqra berjalan
pergi menjauhi Nindi, “Aku pulang ya” diiringi tawa panjang.
“Awas kamu kalau
ketemu” ucap Nindi yang melihat Iqra sudah agak jauh darinya.
Iqra melambaikan
tangan tanpa menoleh pada Nindi dan diikuti teriakan Nindi “Kamu memang
gila!!!”.
“Hanya cewek
gila yang jatuh cinta sama pria gila” teriak Iqra dengan santai. Nindi terlihat
kesal, kemudian melangkah masuk ke dalam rumahanya.
Malam itu Iqra
langsung pulang ke kamar kostnya tanpa mampir ke kamar sahabatnya. Hari berlalu
begitu cepat, Iqra dan Nindi sering bertemu bahkan hampir tiap hari mereka
jalan. Waktu Iqra di kampus menjadi sedikit sampai-sampai ia tidak pernah lagi
menyempatkan diri untuk nongkrong bersama sahabat-sahabatnya. Ketiga sahabatnya
bertemu Iqra hanya ketika jam kuliah tiba dan usai jam kuliah Iqra langsung
pulang. Kejanggalan ini sangat dirasakan oleh ketiga sahabanya. Suatu hari
ketiga sahabatnya mengunjungi Iqra di tempat tinggalnya yang cukup jauh dari
kampus mereka.
“Assalamualaikum!!
Terdengar suara Mhus sambil mengetuk pintu kamar Iqra.
“Waalaikum salam!”
Iqra menjawab salam sambil membuka pintu kamarnya, “Silakan masuk broo..
terlihat ketiga sahabat Iqra yang berdiri depan pintu kamar.
Ketiga sahabat Iqra
kemudian masuk, seketika terdiam membisu tanpa kata dan tatapan mereka mengarah
ke Iqra. Susana kamar menjadi hening, Iqra terlihat mengotak-atik handphone
yang digenggamnya seakan tak ada tamu yang harus di sambutnya.
“Iqra!!
akhir-akhir ini kamu terlihat aneh” kata Mhus memecah keheningan.
Iqra seakan tak
menghiraukan perkataan sahabatnya, lalu seketika ia meletakkan handphone yang
digenggamnya.
“Aneh gimana
broo”? tanya Iqra sambil menatap ke arah Mhus.
“Kamu kok nggak
pernah lagi ke kost aku, jawab Mhus. “Kamu bahkan nggak pernah lagi nongkrong
barang kami.”
Dirli dan Pandu masih
tetap diam, keduanya tidak mengatakan apa-apa hanya mendengarkan pembicaraan Mhus
dan Iqra.
“Udalah bro,
kalian kan bukan pacar aku” jawab Iqra santai. “Nggak harus nongkrong
terus-terusan kan? Kalian bisalah tanpa aku.”
“Sebegitu
rendahnya persahabatan yang selama ini kita jalin Iq...” tiba-tiba terdengar
suara Pandu sambil menatap ke arah Iqra. “Kita selalu jalanin semuanya bersama,
kami selalu ada buat kamu dan sekarang Mhus lagi patah hati, dia membutuhkan
kehadiran kita untuk menghiburnya.”
“Nggak perlu
manjalah broo”
Mhus yang
mendengar perkataan Iqra menjadi tak karuan, raut wajahnya memerah seketika
hingga ia bangkit dari tempat duduknya lalu mengayunkan kepalan tangannya
memukul Iqra. Iqra terjatuh seketika dan kembali bangkit, lalu ia membalas
pukulan Mhus. Perkelahian antara Iqra dan Mhus pun terjadi sampai kedua
sahabatnya memisahkan mereka.
“Aku nyesal udah
datang ke sini” Ucap Mhus sambil melangkah keluar meninggalkan Iqra.
Iqra tersenyum
santai, seolah tak ada yang terjadi sementara Dirli pergi begitu saja tanpa
mengatakan apa-apa.
“Aku nggak
nyangka kamu nggak pernah menganggap persahabatn kita, kesedihanmu menjadi
kesedihan kami juga, bahkan melihatmu gelisah kami ikut gelisah. Waktu kau
terbaring di rumah sakit, Mhus hanya tidur 2 jam dalam sehari, dia terus
menjagamu dan tiap saat air matanya jatuh, harapannya kamu kembali bangun” Ucap
Pandu sampai akhinya pergi meninggalkan Iqra.
Sejak hari itu
persahabatan mereka hancur layaknya ombak di lautan lepas yang menghempas
karang. Kehidupan mereka menjadi sangat berbeda dari sebelumnya, ketika mereka
bertepas-pasan hanya saling cuek seolah tak saling mengenal. Kehidupan yang
dulunya dihiasi dengan canda tawa kini diselimuti dengan kebencian. Mereka
kemudian memasuki semester delapan, penghujung akhir kuliah dimana mereka
disibukkan dengan tugas akhir.
Suatu ketika Iqra
duduk sendiri di kamar kostnya sambil mengotak-atik komputer yang ada di depannya,
tiba-tiba terdengar suara ketukkan pintu kamar. Ia terdiam sesaat, sampai
akhirnya bangkit mendekati pintu tersebut lalu terdiam dibelakang pintu seolah
bingung apa yang akan dilakukannya. Suara ketukkan pintu tiba-tiba terdengar
kembali olehnya, ia masih terdiam membisu lalu menatap seketika ke arah pintu
dan kemudian membuka pintu kamarnya secara perlahan.
“Hy!! seperti
biasa aku bawain kamu makan” terlihat Nindi diiringi senyum kecil.
“Aku baru saja
selesai makan” jawab Iqra lalu ia mempersilakan Nindi masuk.
Iqra melangkah
menuju komputernya yang masih aktif dan Nindi mengikutinya lulu duduk tepat di
samping Iqra. Iqra kembali mengotak-atik komputernya seakan ia sedang
menyelesaikan tugas kuliahnya. Keduanya terdiam tanpa kata, suasana ruangan
menjadi hening tanpa canda seperti hari-hari sebelumnya saat mereka bersama.
“Iqra! kamu kok
ngga seperti biasanya?” tiba-tiba suara Nindi terdengar dengan nada pelan.
“Nggak seperti
biasanya gimana?” jawab Iqra.
“Iya! Biasanya
kalau aku datang kamu kelihatan senang bangat, kamu bercerita banyak hal, kamu
buat aku tertawa. Sekarang, aku lihat kamu biasa saja!”
“Aku senang kok
kamu datang” jawab Iqra yang masih mengotak-atik komputernya.
“Aku pulang saja!
Malas aku lama-lama di sini” Nindi sambil berdiri lalu melangkah pergi.
Iqra tak
menghiraukan apa yang dilaukan pacarnya, ia tetap menyibukkan diri dengan
komputernya. Nindi terlihat berhenti lalu menoleh seketika ke arah Iqra seolah
mengharapkan ia di tahan oleh Iqra. Setelah itu Nindi pergi dengan raut wajah
kesal menahan marah. Iqra masih terus mengotak-atik komputernya, tak sadar lima
jam waktu berlalu. Iqra kemudian berhenti sesaat dan terpikir akan canda tawa
bersama sahabat-sahabanya telah hilang. Tak lama kemudian Iqra membaringkan
badannya dan mengingat kejadian yang baru dialaminya dengan Nindi. Sesaat
setelah itu ia tiba-tiba berdiri lalu melangkah keluar kamar dan membunyikan
motornya menuju rumah Nindi. Entah apa yang akan dilakukannya di sana.
Setibanya di
rumah Nindi, ia terdiam sesaat di depan pintu lalu tak lama kemudian ia
mengetuk pintu rumah Nindi sambil memberi salam. Tiba-tiba ada seorang lelaki
yang membukakan pintu untuknya.
“Maaf mengganggu
malam-malam” terdengar suara Iqra diiringi senyum, Nindinya ada om?”
“Iya ada” jawab
lelaki itu singkat.
Sesaat setelah
itu terdengar suara seorang perempuan dari dalam yang mempersilakan Iqra masuk.
“Iya! Makasih
tante” ucap Iqra sambil melangkah masuk rumah Nindi mengikuti langkah lelaki
dan perempuan yang menyambutnya tadi.
Lelaki tadi
kemudian duduk di kursi yang berada di ruang tamu sementara perempuan melangkah
masuk ke dalam. Iqra duduk bersama lelaki itu dan terdiam memandang sekeliling
ruangan.
“Nindi!
Terdengar suara perempuan yang tadi menyambutnya, “Nindi! ada Iqra di depan.”
“Iya ma!!
Sebentar, Nindi lagi mandi ni.
Tak lama
kemudian Nindi keluar kamar menghampiri Iqra yang sedang ngobrol bersama
ayahnya di ruang tamu.
“Om ke dalam
dulu ya! masih ada kerjaan” Ayah Nindi menatap ke arah Iqra sambil berdiri. “Kalian
ngbrolnya disekitaran sini saja, jangan jauh-jauh, udah malam” lalu melangkah
masuk ke dalam.
“Iya om! Jawab Iqra
singkat.
Setelah ayah Nindi
melangkah pergi, Iqra kembali terdiam dan Nindi menatap sesaat ke arah Iqra.
“Ada apa?” tanya
Nindi.
“Nggak
kenapa-kenapa, jawab Iqra singkat, “aku datang minta air putih, di kamarku kehabisan
air.”
Setelah
mendengar uacapan Iqra, Nindi membalikkan badannya dan melangkah masuk. Iqra
hanya terdiam melihat Nindi seolah menyesal dengan kata-kata yang di
ucapkannya. Sesaat setelah itu tiba-tiba Nindi menghampirinya dengan membawa
segelas air putih di tangannya diiringi dengan senyum di bibirnya.
“Hanya air putih
yang di butuhkan?” Terdengar suara Nindi yang menghampiri Iqra.
“Nggak!” Jawab Iqra,
“aku juga butuh kamu untuk menerima maafku” Iqra sambil menatap mata Nindi.
“hahahah!!
Alaynya kambu lagi.”
“Serius ni, aku
benaran minta maaf soal kejadian tadi” kata Iqra, “aku lupa kalau kegantenganku
takkan berarti tanpa hadirmu di sampingku.”
“hahahaha!!” Nindi
kembali tertawa, “udah alay.., kepedeannya over lagi.”
“Setidaknya, aku
punya dua kelebihan sekalikgus yang tidak di miliki oleh pria lain” jawab Iqra
dengan santai.
Nindi hanya
terdiam seolah tak dapat berkata apa-apa, Iqra yang menatap ke arahnya tertawa
kecil.
“Apa yang kau
tertawakan? Tanya Nindi.
“Ternyata kamu
tidak sepintar yang aku kira” jawab Iqra. “Sepertinya otak besarmu lebih kecil
daripada otak kecilku, hahahaha.” Terdengar tawa panjang Iqra.
“Nggak masalah
kok buat aku!” jawab Nindi, “Jujur!! aku senang bangat melihatmu tertawa
seperti itu. Udah lama aku nggak melihatmu tertawa panjang.” Nindi sambil melangkah
mendekati Iqra dan menatapnya.
“Apa yang akan
kau lakukan? Sejauh ini Aku masih menjaga kehormatanku.” Iqra sambil
memalingkan tatapan Nindi yang makin mendekat padanya.
“hahaha!! Gila
kamu ya!” Nindi memukul manja tubuh Iqra.
“Nin...!! boleh
nggak, kalau aku duduk dulu, capek berdiri terus.”
“hahaha, sorry
nggak mempersilakan duduk” jawab Nindi, “Silahkan duduk tuan” Nindi seolah
mengejek.
“Iya pembantu”
jawab Iqra santai dan Nindi kembali tertawa.
“Apa kamu
sebahagia itu jika bersamaku? Sampai-sampai kamu tak berhenti tertawa.”
“iya! Aku sangat
bahagia, sangat, sangat bahagia” jawab Nindi.
“Jika memang
begitu, besok kita ke pantai. Ajak Iqra, “hitung-hitung kita rekreasi”.
Belum selesai
ngomong, omongan Iqra dipotong oleh Nindi yang mengatakan “Iya aku mau bangat
ke pantai.”
*****
Akhir Bahagia
Keesokan harinya
Nindi dan Iqra rekreasi di sebuah pantai yang cukup jauh dari kota. Setibanya di
pantai mereka duduk berdua dibawa pepohonan menatap hempasan ombak yang saling
beraduh. Wajah keduanya memancarkan pesona kebahagiaan yang teramat dalam.
“Aku mau cerita
sama kamu” terdengar suara Nindi yang duduk di samping Iqra sambil menatap
laut.
“Cerita apa?” jawab
Iqra singkat.
“Seminggu yang
lalu aku ketemu teman kamu Rian, pas aku lagi belanja di mall”.
“Terus-serus” Iqra
seolah penasaran.
“Ternyata teman
kamu Rian baik juga, bayangin saja aku diantarin pulang sama dia.”
“Jadi nggak
kesal lagi ni ceritanya?” tanya Iqra
“Ya enggak,
cuman dia nungguin aku sampai selesai belanja, pas aku keluar mall tiba-tiba
dia menyabutku.”
“Jadi malas aku
dengarnya” jawab Iqra santai.
“Kamu cemburu
ya! Hahahaha... tanya Nindi diikuti tawa.
“Nggak lah!
Jangan bilang kamu jatuh cinta sama dia, mati kau kalau jatuh cinta sama dia”.
“hahahah... aku
hanya jatuh cinta sama pria gila kok” kata Nindi sambil menatap ke arah Iqra.
Iqra tersenyum
kecil lalu terdiam tanpa kata dan masih menatap laut bersama ombak yang
menghiasi.
“Sepertinya!
Mulai besok kita nggak akan ketemu de” terdengar suara Iqra.
“Memang ada apa?”
Tanya Nindi, ‘Kamu marah ya?”
“Iya marah
bangat!!” Jawab Iqra singkat lalu terdiam.
Nindi menunduk
mendengar kata-kata Iqra seolah menyesal telah mencertikan pertemuannya dengan Rian.
Iqra menatap seketika ke arah Nindi lalu tertawa panjang.
“Hahaha... sepertinya kamu sedih bangat nggak
ketemu aku” terdengar kembali suara Iqra. “Mulai besok aku penelitian di luar
kota, kurang lebih dua bulan sampai penyelesaian tugas akhir. Kemungikinan kita
nggak akan ketemu hingga empat bulan ke depan” Iqra menjelaskan.
Nindi tiba-tiba membangunkan kepalanya dan
tersenyum seketika.
“Kirain kamu
marah sama aku” kata Nindi. “Gara-gara
bertemu Rian.”
“Nggak
mungkinlah aku marah hanya karena bertemu Rian, apalagi nggak sengaja.”
“Kalau dengan sengaja
gimana?” tanya Nindi.
“Aku akan marah,
bahkan bapakmu yang galak saja akan ketakutan melihatku” jawab Iqra, “Aku akan
cabut jenggot dia satu persatu.”
Nindi tertawa
mendengar ejekkan yang diucapkan Iqra terhadap ayahnya sambil memukul Iqra.
“ni ada gelang
buat kamu” Nindi sambil memakaikan gelang di lengan Iqra, “Haraganya seribu
tapi maknanya lebih dari seribu, hahaha. Aku udah lama nyimpannya, biar kamu
nggak lupa sama aku, aku kasih gelang saja apalagi besok kamu akan pergi. Aku
punya dua, mirip kan?” Nindi sambil menunjukkan gelang yang ada di lengannya.
Iqra melihat
sesaat gelang yang dipakai Nindi lalu menganggukan kepalanya.
Tak lama setelah
keduanya bosan menikmati suasana pantai, keduanya langsung pulang. Di perjalanan
keduanya bercerita banyak hal, melepas kepergian Iqra di hari esok.
Iqra pulang ke
kamar kostnya setelah terlebih dahulu mengantar Nindi ke rumahnya. Tak terasa
cakrawala di ufuk timur menampakkan cahayanya diiringi kicauan burung.
Kenyataannya Iqra saat itu tidak meninggalkan kota tempat tinggalnya. Ia
melakukan penelitian di kampusnya, Iqra mengatakan kepada Nindi akan
meninggalkan kota untuk penelitian tugas akhir, agar ia bisa fokus
menyelesaikan tugas akhirnya tanpa kehadiran Nindi untuk sementara waktu. Ia
juga berpikir untuk memberikkan kejutan kepada pacarnya setelah tugas akhirnya
terselesaikan dan berencana melamarnya.
Setelah
kepergian Iqra sementara waktu dari kehidupan Nindi, keduanya hanya
berkomunikasih melalui telpon. Komunikasih mereka cukup jarang, karena
terkadang Iqra selalu mengabaikan panggilan masuk dihandphonenya.
Empat bulan
telah berlalu, Iqra telah menyelesaikan tugas akhirnya dan seminggu lagi acara
wisudah akan diikuti olehnya. Tibalah saatnya ia menemui Nindi, sesuai yang di
janjikan waktu terakhir kali bertemu. Saat Iqra bersiap-siap untuk menemui Nindi,
tiba-tiba handphonenya berdering.
“Halo...! jawab Iqra.
“Halo..! aku mau
ngomong sama kamu ni” terdengar suara Nindi deri seberang telpon.
“hahaha!
Kebetulan bangat, aku juga mau ngomong sama kamu” jawab Iqra. “Jodoh emang
nggak kemana ya. Kita ketemuannya diamana?” Tanya Iqra.
“Di tempat biasa
saja” jawab Nindi. “Aku tunggu di sana ya.”
Nindi kemudian
menutup telpon, waktu menunjukkan jam tuju malam. Iqra yang sedang bersiap-siap
merapikan pakainnya terlihat tersenyum-senyum sendiri di depan cermin seolah
kebahagiaan menyelimuti hatinya. Setelah selesai merapikan pakaiannya ia keluar
melangkah kamar dan menuju motor buntutnya lalu pergi menemui Nindi di tempat
mereka biasa bertemu.
“Lagi-lagi kamu
yang nungguin aku” kata Iqra yang menghampiri Nindi, Iqra kemudian duduk di samping Nindi.
“Kamu mau ngomong
apa?” Tanya Iqra sambil tersenyum dan menatap ke arah Nindi.
“Kamu duluan
yang ngomong” jawab Nindi singkat.
“Aku bingung mau
mulai darimana” Iqra diiringi tawa. “Aku udah nyelesaiin tugas akhirku dan
minggu depan perayaan wisudah. Aku senang bangat, sepertinya aku bisa
cepat-cepat melamar kamu” lanjut
Iqra.
Iqra terlihat
sangat bahagia sementara Nindi hanya terdiam tanpa kata mendengarakan omongan Iqra.
“Kamu mau
ngomong apa?”, “sepertinya penting bangat.” Tanya iqra.
Nindi terdiam
sesaat sampai akhiranya ia mengeluarkan kata-kata dengan perlahan.
“Iqra!! aku
hamil”
Iqra tiba-tiba
menunduk secara perlahan, tak sadar air matanya menetes. Ia seketika menghapus
air matanya dan membangunkan kepalanya diiringi senyum yang seolah terpaksa.
“Ayahnya, siapa
Nin...?” ucap Iqra perlahan seolah menahan tangis.
“Rian Iq...!!
teman kamu, ceritanya panjang” jawab Nindi dan menceritakan semuanya kepada Iqra.
Iqra hanya duduk
diam dan pandangannya mengarah ke bawah mendengarkan cerita Nindi.
“Aku minta maaf
Iq..!” terdengar suara Nindi diiringi linangan air mata.
Iqra masih belum
mengatakan apa-apa dan kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah
perlahan meninggalkan Nindi. Tak sadar air matanya jatuh dan menderai membasahi
pipinya. Ia melangkah pergi, sampai-sampai motor buntutnya ditinggalkan di
tempat itu. Tak lama kemudian ia duduk dan berteriak keras, seolah menyesal. Ia
menangis tersedu-sedu, air matanya tak henti berlinang.
Senin, 02 Oktober 2017
"Hujan rahasia alam"
"hujan kenangan"
"Masa kecil kusambut hujan dengan tawa bahagia, dikala ini kusambut hujan dengan air mata karena rindu"
"Ketika kemarau panjang mampu mengeringkan genangan air, kuberharap hujan dapat membasuh rindu".
"Cerahnya langit hari ini, mengingatkanku pada hujan yang membasahi rindu dalam belenggu nastapa"
"Untuk apa menanti hujan, jika ia datang hanya untuk menambah derasnya arus rindu"
"Ketika hujan pergi, kumenatap langit mencari pelangi penuh harap, nyatanya kutemukan rindu penuh duka"
"Ada rindu yang menyabut senyum mentari, namun sajaknya tak dapat terangkai, sebab nada derai tetes hujan belum kunjung datang sebagai pengiringnya."
"Terlalu sibuk menunggu hujan, sampai lupa betapa indahnya senyum mentari."
"Ketika hujan turun, sajak-sajak kata rindu seakan tak ingin terhenti terucap, sebab bayangmu menjelma diantara derai tetesnya..
"Masa kecil kusambut hujan dengan tawa bahagia, dikala ini kusambut hujan dengan air mata karena rindu"
"Ketika kemarau panjang mampu mengeringkan genangan air, kuberharap hujan dapat membasuh rindu".
"Cerahnya langit hari ini, mengingatkanku pada hujan yang membasahi rindu dalam belenggu nastapa"
"Untuk apa menanti hujan, jika ia datang hanya untuk menambah derasnya arus rindu"
"Ketika hujan pergi, kumenatap langit mencari pelangi penuh harap, nyatanya kutemukan rindu penuh duka"
"Ada rindu yang menyabut senyum mentari, namun sajaknya tak dapat terangkai, sebab nada derai tetes hujan belum kunjung datang sebagai pengiringnya."
"Terlalu sibuk menunggu hujan, sampai lupa betapa indahnya senyum mentari."
"Ketika hujan turun, sajak-sajak kata rindu seakan tak ingin terhenti terucap, sebab bayangmu menjelma diantara derai tetesnya..
Selasa, 09 Desember 2014
laporan pembuatan Nata de coco
LAPORAN
PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI
PEMBUATAN
NATA DE COCO
OLEH :
NAMA : RIDWAN
NIM : F1D1 11 021
KELOMPOK : III
(TIGA)
ASISTEN
PEMBIMBING : MAWARDI JANITRA
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2014
I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pemanfaatan
limbah pengolahan kelapa berupa air kelapa merupakan cara mengoptimalkan
pemanfaatan buah kelapa. Limbah air kelapa cukup baik digunakan untuk substrat
pembuatan Nata de Coco. Dalam air
kelapa terdapat berbagai nutrisi yang bisa dimanfaatkan bakteri penghasil Nata de Coco. Nutrisi yang terkandung
dalam air kelapa antara lain : gula sukrosa 1,28%, sumber mineral yang beragam
antara lain Mg2+ 3,54 gr/l serta adanya faktor pendukung pertumbuhan
(growth promoting factor) merupakan senyawa yang mampu meningkatkan pertumbuhan
bakteri penghasil nata (Acetobacter
xylinum (Woodroof, 1972). Adanya gula sukrosa dalam air kelapa akan
dimanfaatkan oleh Acetobacter xylinum
sebagai sumber energi, maupun sumber karbon untuk membentuk senyawa metabolit
diantaranya adalah selulosa yang membentuk Nata
de Coco. Senyawa peningkat pertumbuhan mikroba (growth promoting factor)
akan meningkatkan pertumbuhan mikroba, sedangkan adanya mineral dalam substrat
akan membantu meningkatkan aktifitas enzim kinase dalam metabolisme di dalam
sel Acetobacter xylinum untuk
menghasilkan selulosa (Lapus et al., 1967).
Nata de Coco
adalah makanan yang banyak mengandung serat,
mengandung selulosa kadar tinggi yang bermanfaat
bagi kesehatan dalam membantu pencernaan. Kadungan kalori yang rendah pada Nata de Coco merupakan pertimbangan yang
tepat produk Nata de Coco sebagai makan diet. segi penampilannya makanan ini memiliki nilai estetika yang tinggi, penampilan
warna putih agak bening, tekstur kenyal, aroma
segar. penampilan tersebut maka nata sebagai makanan desert memiliki daya tarik yang tinggi. Dari segi ekonomi produksi nata de coco menjanjikan nilai tambah (Uning, 1974). Berdasarkan uraian tersebut
diatas maka dilakukan praktikum tentang pembuatan nata de coco.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum pembuatan nata de coco adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
proses pembuatan nata de coco?
2. Bagaimana
peranan mikroorganisme dalam
proses pembuatan nata de coco?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum pembuatan nata de coco adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui cara pembuatan nata de coco
2. Untuk mengetahui peranan mikroorganisme dalam
proses pembuatan nata de coco.
D. Manfaat
Praktikum
Manfaat praktikum pembuatan nata de coco adalah sebagai berikut :
1.
Agar
mengetahui cara pembuatan nata de coco
2.
Agar
mengetahui peranan mikroorganisme dalam proses pembuatan nata de coco.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Nata de coco adalah selulosa
bakteri yang merupakan hasil sintesis dari gula oleh bakteri pembentuk nata,
yaitu Acetobacter xylinum. Beberapa galur Acetobacter menghasilkan membran
bergelatin yang dinamakan pellicle pada permukaan suatu kultur cair.
Membran ini sama dengan “Nata de Coco”,
suatu jenis makanan hasil fermentasi tradisional di Filipina yang yang sangat
dikenal sebagai makanan penutup di Jepang. Substansi gelatin ini secara kimiawi
identik dengan selulosa (Yoshinaga, 1997).
Air kelapa
mempunyai potensi yang baik untuk di buat minuman atau makanan fermentasi karena
kandungan zat gizinya yang kaya dan relatif lengkap, sehingga sesuai untuk
pertumbuhan mikroba. Komposisi gizi air kelapa tergantung pada umur kelapa dan
variertasnya. Air kelapa per 100 ml mengandung sejumlah zat gizi, yaitu protein
0,2 g, lemak 0,2 g, gula 3,8 g, vitamin C 1,0 mg, asam amino, dan hormon
pertumbuhan. Jenis gula yang terkandung glukosa, fruktosa, sukrosa, dan
sorbitol (Astawan, 2004).
Acetobacter xylinum merupakan
bakteri asam asetat yang bersifat gram negatif, aerob, berbentuk batang,
nonmotil, suhu optimum pertumbuhannya 25‐30 0C, dan mampu mengoksidasi etanol menjadi asam aetat pada pH
4,5 (Madigan et al., 1997). Proses pembuatan nata oleh bakteri Acetobacter xylinum merupakan
kegiatan sintesa selulosa yang dikatalis oleh enzim pensintesis selulosa yang
terikat pada membran sel bakteri. Penguraian/fermentasi gula dilakukan melalui
jalur heksosa monofosfat dan siklus asam sitrat (Susilawati dan Mubarik, 2002).
Keberadaan starter bakteri
Acetobacter xylinum sangat diperlukan
dalam pembuatan nata. Tanpa adanya bakteri ini, lapisan nata tidak dapat
terbentuk. Volume larutan induk (starter) besar sekali pengaruhnya terhadap
ketebalan nata yang dihasilkan. Semakin besar volume larutan induk, maka
semakin banyak jumlah bakteri Acetobacter xylinum
yang ada (Nurfiningsih, 2009).
Volume Acetobacter xylinum
yang ditambahkan dalam pembuatan nata, antara sumber yang satu dengan yang
lain berbeda, bahkan ada sumber yang tidak menjelaskan secara rinci volume
starter yang harus ditambahkan. Dalam proses pembuatan nata de coco langkah
kelima adalah larutan diinokulasikan dengan cairan bibit (starter) lalu diperam
selama 2 minggu dalam ruangan yang tertutup (Palungkun, 1993:103). starter yang
ditambahkan ke dalam setiap 1 liter media pembentukan nata sebanyak 50-100 ml (Suryani,
2005:26).
III. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum pembuatan nata de coco dilaksanakan
pada hari Sabtu, 15 November 2014
pada pukul 13.00 sampai selesai yang bertempat di Laboratorium Biologi Lanjut,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat dan
Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum pembuatan
nata de coco dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaan pada praktikum pembuatan nata de coco
No
|
Nama
Alat
|
Kegunaan
|
1
|
Baskom
|
Untuk menyimpan air kelapa
|
2
|
Kompor
|
Untuk memasak air kelapa
|
3
|
Panci
|
Sebagai tempat memasak air
kelapa
|
4
|
Kamera Digital
|
Untuk dokumentasi bagi praktikan
|
5
|
Sendok Pengaduk
|
Untuk mengaduk air kelapa pada saat dimasak
|
6
|
Koran
|
Untuk menutup nata pada saat fermentasi
|
7
|
Karet
|
Untuk mengikat cetakan
|
8
|
Talang
|
Untuk mencetak nata
|
Bahan yang digunakan pada praktikum
pembuatan
nata de coco dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaan pada praktikum
pembuatan
nata de coco
No
|
Nama Bahan
|
Kegunaan
|
1
|
Air kelapa
|
Sebagai bahan
utama pembuatan nata de coco
|
2
|
Starter nata
|
Digunakan
dalam fermentasi nata
|
3
|
Cuka steril
|
Untuk
menurunkan pH substrat
|
4
|
Gula pasir
|
Sebagai sumber
karbon bakteri
|
5
|
ZA
|
untuk
kebutuhan sumber N bakteri
|
C. Prosedur
Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum pembuatan
nata de coco adalah sebagai berikut:
1. Mempasteurisasi semua alat yang akan
digunakan
2. Merebus air kelapa diatas kompor
3. Membuang busa yang keluar dari
rebusan air kelapa, setelah air kelapa mulai mendidih memasukkan ZA dan gula,
membiarkan mendidih (100oC) selama 10 menit.
4. Mengangkat dari kompor kemudian
memasukkan asam cuka dan aduk perlahan.
5. Mendiamkan sampai dingin
6. Menambahkan starter atau bibit ke
dalam air kelapa yang telah dingin
7. Menuangkan kedalam talang yang sudah
disediakan dengan ketebalan 1,5 - 2 cm. kemudian menutup dengan koran.
8. Meletakkan di tempat yang aman
dengan suhu ruangan 28 – 32 oC, setelah kurang lebih satu minggu,
air kelapa telah berubah menjadi nata de coco dan siap dipanen (diangkat dari
loyang cetakan).
IV.HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum
pembuatan nata de coco dapat dilihat
pada Tabel 3.
Tabel
3.
Proses pembuatan nata de coco
1) Mempasteorisasi alat yang akan digunakan
|
2) Menyaring air kepala yang akan digunakan
|
3) Memasak air kelapa
|
|
4) Menambanhkan
ZA
|
5) Menambahkan
gula
|
6) Menambahkan
cuka
|
|
7)
Mendinginkan campuran air kelapa
|
8) Menuangkan campuran air kelapa
kedalam talang
|
9)
Menutup talang dengan koran
|
|
Nata yang sudah jadi
|
Nata yang jadi dan ditumbuhi
jamur
|
||
B.
Pembahasan
nata
de coco adalah krim
yang berasal dari air kelapa. Krim ini dibentuk oleh mikroorganisme Acetobacter
xylinum melalui
proses fermentasi. Mikroorganisme ini membentuk gel pada permukaan larutan yang
mengandung gula. Bakteri Acetobacter xylinum dapat tumbuh dan berkembang membentuk nata
de coco karena
adanya kandungan air sebanyak 91,23 %, protein 0,29 %, lemak 0,15 %,
karbohidrat 7,27 %, serta abu 1,06 % di dalam air kelapa. Selain itu, terdapat
juga nutrisi – nutrisi didalam nata de
coco berupa sukrosa, dektrose, fruktose dan vitamin B kompleks yang terdiri
dari asam nikotinat 0,01 ug, asam pantotenat 0,52 ug, biotin 0,02 ug,
riboflavin 0,01 ug dan asam folat 0,003 ug per ml. Nutrisi – nutrisi tersebut
merangsang pertumbuhan Acetobacter xylinum untuk membentuk nata
de coco (Palungkung, 1992).
Proses pembuatan nata
de coco sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Hal ini berhubungan dengan
faktor-faktor yang mempengaruhi Acetobacter xylinum sebagai bakteri untuk proses fermentasi
air kelapa. Pertumbuhan Acetobacter
xylinum tersebut
dipengaruhi oleh oksigen, pH, suhu dan nutrisi. Faktor-faktor inilah yang harus
diperhatikan untuk memperoleh nata de coco yang berkualitas baik, di samping itu dalam
pembuatannya sangat memerlukan ketelitian dan sterilitas alat (Anonim,
2004).
Pembuatan nata de coco
pada praktikum pembuatan nata de coco
hanya sebagian kecil yang dapat dikonsumsi dan sebagian ditumbuhi oleh beberapa
fungi dari jenis kapang hal tersebut terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantara proses pembuatan yang kurang steril dan tempat penyimpanan yang tidak
bersih pula. Peranan Acetobacter
xylinum dalam terbentuknya nata
yaitu sel – sel Acetobacter xylinum menyedot glukosa dari larutan
gula dan menggabungkannya dengan asam lemak, membentuk suatu ‘prekursor’ pada
jaringan sel bersama enzim mempolimerisasi glukosa menjadi selulosa diluar sel Acetobacter
xylinum. Aktivitas pembentukan nata hanya terjadi pada kisaran pH antara
3.5 – 7,5. Kualitas nata terbaik dan terbanyak mencapai pada pH 5,0 dan 5,5
dalam media air kelapa dan pada suhu kamar. Kualitas dan jumlah terbanyak
dihasilkan pada media air kelapa yang mempunyai pH 4,5 dan kondisi pH optimum
untuk pembentukan nata terjadi pada pH 4,0 pada media air kelapa (Novianti, 2003).
Pembentukan nata
de coco terjadi karena
proses pengambilan glukosa dari larutan
gula atau gula dalam air kelapa oleh sel – sel Acetobacter
xylinum dan menggunakan gula
sebagai sumber karbon serta sedikit ZA untuk memenuhi kebutuhan sumber N bagi
tubuh bakteri. Kemudian
glukosa tersebut digabungkan dengan asam lemak membentuk prekursor (penciri
nata) pada membran sel. Prekursor ini selanjutnya dikeluarkan dalam bentuk
ekskresi dan bersama enzim mempolimerisasikan glukosa menjadi selulosa di luar sel. Nata
de coco sebenarnya
tidak mempunyai nilai gizi yang berarti bagi manusia, oleh sebab itu
produk ini dapat dipakai sebagai sumber
makanan rendah energi untuk keperluan diet. Nata de coco juga menjadi lebih enak bila di campur
dengan es krim, koktail buah atau sirup (Astrawan, 2004).
Air
kelapa mempunyai potensi yang baik untuk di buat minuman atau makanan fermentasi
karena kandungan zat gizinya yang kaya dan relatif lengkap, sehingga sesuai
untuk pertumbuhan mikroba. Komposisi gizi air kelapa tergantung pada umur
kelapa dan variertasnya. Air kelapa per 100 ml mengandung sejumlah zat gizi,
yaitu protein 0,2 g, lemak 0,2 g, gula 3,8 g, vitamin C 1,0 mg, asam amino, dan
hormon pertumbuhan. Jenis gula yang terkandung glukosa, fruktosa, sukrosa, dan
sorbitol (Astawan, 2004).
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan serta literatur yang diperoleh dari beberapa sumber maka dapat
ditarik suatu kesimpulan bahwa :
1. Proses pembuatan nata de coco memlalui beberapa tahapan yaitu Merebus air kelapa, Membuang busa
yang keluar dari rebusan air kelapa, memasukkan ZA dan gula membiarkan mendidih
(100oC) selama 10 menit, memasukkan asam cuka sambil diaduk
perlahan, mendinginkan dan menambahkan starter atau bibit ke dalam air kelapa
yang telah dingin, hasilnya dituuang kedalam talang yang sudah disediakan
dengan ketebalan 1,5 - 2 cm kemudian menutup dengan koran dan diinkubasi.
2.
Penanan mikroba dalam pembuatan mikroba yang berperan (Acetobacter
xylinum) membentuk selulosa sel
– sel Acetobacter xylinum menyedot glukosa dari larutan gula dan
menggabungkannya dengan asam lemak, membentuk suatu ‘prekursor’ pada
jaringan sel bersama enzim mempolimerisasi glukosa menjadi selulosa diluar sel Acetobacter
xylinum.
B. Saran
Saran
yang diajukan pada praktikum pembuatan nata de coco yaitu :
1.
Sebaiknya dalam proses pembuatan nata de coco memperhatikan tempat
penyimpanan untuk menghindari kegagalan dalam pembuatan nata de coco.
2.
Pembuatan nata divariasikan untuk tiap-tiap kelompok ada yang menggunakan
air kelapa, limbah tahu, jagung dan lain-lain
DAFTAR
PUSTAKA
Astawan M., 2004, Nata De
Coco yang Kaya Serat, Kompas, 10 (klm 7‐8)
Lapuz, M. M.,
Gollardo E.G., & Palo M.A. 1967, The
Organism and Culture Requirements, Characteristics and Identity, The
Philippine
Madigan
MT, Martinko JM, Parker J, 1997, Brock
Biology of Microorganism, Edisi ke‐8, Prentince Hall, New
Jersey
Novianti, Hendrizon, 2003, Pembuatan
Nata de Soya dari Limbah Cair Pabrik Tahu, Teknik Kimia, Universitas
Sriwijaya
Nurfiningsih,
(2009), Pembuatan Nata de Corn dengan Acetobacter xylinum, Seminar, tidak
diterbitkan. Semarang : Program Sarjana Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro. (online),
http://eprints.undip.ac.id/1477/1/Copy_of_makalah_nurfiningsih.pdf. 8/07/2011
Palungkun,
R. (1993), Aneka Produk Olahan Kelapa, Penebar Swadaya, Jakarta
Suryani, Ani, dkk,
2005, Membuat Aneka Nata. Penebar Swadaya, Depok
Uning, S.B.,
1974, Studi Mengenai Penggunaan Berbagai
Umur Bakteri Acetobacter xylinum pada Pembentukan Nata de Coco secara
Fermentasi dari Medium air Kelapa, Jurusan Pengolahan Hasil Pertanian,
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Woodroof, J.G. 1970, Coconuts Production, Processing Product,
The AVI Publishing Company, Inc. Conecticut.
Yoshinaga F, Tonouchi N,
Watanabe K. 1997, Research Progress in Production of Bacterial Cellulose by
Aeration and Agitation Culture and Its Application as a New Industrial
Material, Biosci. Biotech, Biochem., 61:219‐224.
Langganan:
Postingan (Atom)


